Virus Intoleransi Makin Membahayakan Indonesia: Warga NTB Ngamuk Leluhurnya Dihina Ustadz Mizan Qudsiyah

Gerakan intoleransi dari kaum wahabi takfiri, makin mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mereka kerap melemahkan nasionalisme dan merendahkan budaya lokal masyarakat Indonesia. Kasus terbaru ditunjukkan oleh kaum wahabi di Nusa Tenggara Barat yang menghinakan budaya lokal masyarakat setempat.

Dalam ceramahnya, Ustadz Mizan Qudsiyah dengan seenaknya merendah makam leluhur warga Lombok Timur. Ustadz Mizan menyebut, makam leluhur yang sering diziarahi warga muslim dianggapnya sebagai makam tain acong atau tai anjing.

Isi ceramah ustadz kaum wahabi itu membuat warga Lombok marah besar. Dampaknya, ratusan orang nekat merusak dan membakar Po

dok Pesantren Assunnah milik Ustadz Mizan di Lombok Timur. Tak hanya itu, laskar sasak bersama para ulama dan tokoh adat NTB juga mendatangi Polda NTB untuk menangkap Ustadz Mizan.

Gerakan into

leransi dari kaum wahabi ini, juga pernah membuat panas Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu. Mereka mudah mengkafir-kafirkan orang lain, bahkan ada yang terang-terangan ingin membunuh Ahok.

Yang menyedihkan, pengikut Rizieq Shihab yang jadi pendukung Anies Baswedan, kini tetap berceramah provokatif. Salah satunya ditunjukkan oleh Bahar Smith yang berani mencaci maki para pejabat negara, TNI dan polisi. Sikap arogan Bahar Smith membuat warga In

donesia marah. Dampaknya, muncul seruan untuk menangkap Bahar Smith. Ada juga yang melaporkan Bahar Smith ke polisi.

Pendek kata, pernyataan Giring Ganesha benar bahwa generasi optimis Indonesia akan terancam oleh bahaya laten intoleransi. Kemajuan Indonesia

juga bisa terancam jika pengganti Jokowi adalah orang yang menhalalkan segala cara dan memainkan isu SARA.

Post a Comment

Previous Post Next Post