Provokasi Warga Lawan Pemerintah Saat Pandemi, Emak-emak Padang Ini Wajib Dihukum Berat

 

Emak-emak asal Padang bernama Yulianti diciduk polisi Polda Sumatera Barat setelah mengedarkan video berisi provokasi untuk melawan kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah. Usai diperiksa polisi, emak-emak berusia 54 tahun ini akhirnya memohon maaf. Alasannya, videonya yang direkam di rumah makan Bebek Sawah tersebut, hanya untuk bahan bercanda.

Sebelumnya, video Yulianti jadi viral di media sosial. Masalahnya, Yulianti mengajak warga untuk melawan kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat di Jakarta. Dalam video itu Yulianti juga memamerkan kebebasan warga Padang saat bersantap makan-makan tanpa penyekatan di rumah makan Bebek Sawah.

Setelah videonya jadi viral, Yulianti akhirnya diciduk polisi Polda Sumatera Barat pada Minggu 4 Juli. Dari tangan Yulianti, polisi menyita barang bukti berupa sebuah telepon seluler dan sebuah sim card. Kemudian Polisi memeriksa Yulianti hingga Senin pagi 5 Juli. Belakangan, Yulianti akhirnya memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Polda Sumatera Barat tetap akan melanjutkan proses hukum meski Yulianti sudah menyampaikan permintaan maaf. Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Bayu Setianto mengatakan, Yulianti akan dijerat dengan pasal 28 UU ITE dan pasal 160 KUHP. Sementara restoran Bebek Sawah telah dikenai sanksi oleh Satpol PP Kota Padang karena melanggar Perda No.1 Tahun 2021 tentang Adaptasi Kehidupan Baru.

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post