Pelapor Menolak Damai, Kasus 4 Nakes Dijerat Pasal Penodaan Agama Jalan Terus

Empat tenaga keshatan RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang dilaporkan melakukan penodaan agama gara-gara memandikan jenazah pasien dengan protokol Covid-19, tampaknya bakal disidangkan ke pengadilan. Masalahnya, pelapor menolak melakukan restorasi justice yang ditawarkan oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. 


Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, ada upaya restorasi justice yang ditawarkan jaksa kepada pelapor dan 4 tersangka. Mereka dipertemukan di Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. Sayangnya, Fauzi Munthe sebagai pelapor menolak melakukan perdamaian. 

 

Fauzi Munthe tetap bersikukuh ingin menjerat 4 tenaga kesehatan dengan pasal penodaan agama, persis seperti provokasi dari Tengku Zulkarnain dan fatwa MUI.

 

Seperti diketahui, empat  tenaga keshatan RSUD Djasamen Saragih ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. Laporan dilakukan karena Fauzi tak terima saat jenazah istrinya, Zakiah (50) dimandikan oleh 4 pria petugas forensik.

 
Sang Suami melaporkan kasus itu ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. Padahal sebelumnya dia menyatakan setuju dengan proses itu. Klausul penistaan agama itu muncul karena fatwa dari pengurus MUI Pematangsiantar. Sekarang kasus ini sudah masuk proses persidangan.

 

Post a Comment

Previous Post Next Post