Netizen Tolak Kriminalisasi 4 Nakes Pematangsiantar Usai Mandikan Jenazah dengan Protokol Covid-19

 

Para netizen yang tergabung dalam "Gerakan Merawat Akal Sehat Menolak Kriminalisasi Petugas Medis"menolak kriminalisasi terhadap 4 tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih tersebut. Sementara para anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memberikan pendampingan hukum kepada  4 tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar yang dijadikan tersangka usai memandikan jenazah pasien suspek Covid-19.

 

Pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI, Muhammad Siban, mengatakan, PPNI akan memberikan dampingan hukum terhadap 4 nakes RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar. "Kami sebagai kuasa hukum PPNI siap memberikan bantuan hukum hingga proses persidangan," kata Pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI, Muhammad Siban.



Ketua DPW PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani mengimbau perawat di Kota Pematangsiantar tetap bekerja profesional untuk membaktikan diri tanpa membeda bedakan suku agama, golongan dan jenis kelamin.

 

Mahsur Al Hazkiyani menyebut ada 1817 perawat di Kota Pematangsiantar dan 750 orang di Kabupaten Simalungun. “Kami minta perawatan untuk tetap tenang jangan terprovokasi, tetap bekerja profesional dan tetap menjaga kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

 

Para netizen yang tergabung dalam "Gerakan Merawat Akal Sehat Menolak Kriminalisasi Petugas Medis"menolak kriminalisasi terhadap 4 tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar usai memandikan jenazah pasien suspek Covid-19. Ke-4 tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih tersebut kini jadi tersangka karena dituduh melakukan penodaan agama.

 

Menurut para netizen, tuduhan penodaan agama terhadap tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih terlalu berlebihan karena hanya berdasar pendapat MUI yang tidak memiliki otoritas hukum di Indonesia.Karena itu, para netizen yang tergabung dalam "Gerakan Merawat Akal Sehat Menolak Kriminalisasi Petugas Medis" mengeluarkan petisi yang intinya untuk membebaskan 4 tenaga kesehatan RSUD Djasemen Saragih dari tuntutan hukum.

 

Petisi berjudul Jangan Kriminalisasi Nakes tersebut dinisiasi oleh Denny Siregar, Dara Nasution, Ade Armando, Eko Kuntadhi, Akhmad Sahal, Nong Darol Mahmada, Syafiq Hasyim, Kajitow Elkayeni, Berliyatin P.

 

Berikut isi lengkap petisi berjudul Jangan Kriminalisasi Nakes:

Kami inisiator Gerakan Merawat Akal Sehat Menolak Kriminalisasi Petugas Medis MENUNTUT agar:

1. Negara membebaskan mereka dari segala tuntutan. Sebab kasus ini adalah manipulasi hukum dengan dalih yang dipaksakan. Penistaan agama adalah pendapat MUI yang bukan otoritas hukum di Indonesia. Ormas keagamaan tidak boleh dijadikan landasan berhukum, karena pendapat-pendapatnya bukanlah undang-undang.

2. Jika kasus ini terus berlanjut dalam proses peradilan, Pemerintah harus menyiapkan pengacara terbaik untuk membebaskan mereka. Pemerintah melakukan keteledoran dengan membiarkan kasus ini berlanjut tanpa sedikit pun melakukan pembelaan, dosa mereka ini harus ditebus dengan upaya penyelamatan petugas medis yang dikriminalisasi itu.

3. Pemerintah harus melindungi petugas medis dari kasus serupa di kemudian hari. Sebab petugas medis adalah pihak yang berjuang sekuat tenaga dalam membentengi masyarakat dari Covid-19. Kerja keras mereka harus dihargai, keselamatan mereka harus dinomorsatukan.

4. Tim Satgas Covid-19 harus ikut bertanggung jawab atas kasus ini dan tidak boleh berlepas tangan. Sebab para petugas medis adalah organ paling depan dari tim ini.
Sikap abai Tim Satgas Covid-19 menyalahi tugas dan fungsi pembentukan mereka, karena tidak memberikan perlindungan pada petugas medis.

5. Aparat hukum jangan gegabah menggunakan pasal penistaan agama dalam menangani kasus. Jangan sampai pasal ini menjadi simbol penindasan mayoritas atau menjadi simbol persekusi kepada mereka yang dianggap tidak sesuai dengan tafsir agama. Kami dengan sangat MENGAJAK anda semua untuk menandatangani petisi ini demi melindungi para petugas medis, ujung tombak perlawanan terhadap Covid-19. Demi melindungi akal sehat kita semua. Hanya ada satu kata: LAWAN!


Dari petisi yang telah disebarkan tersebut, sudah ada ribuan netizen yang menandatangani sebagai bukti dukungan terhadap empat orang pria petugas forensik dari RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Sumut yang saat ini tengah menghadapi pemeriksaan pihak berwajib.

“Jangan balas jasa nakes kita dengan memenjarakannya!” tulisnya Eko Kuntadhi.

"Mabuk agama itu bahaya… Padahal 4 perawat sdh tulus membantu msh juga dikriminalisasi… Tau gt kmrn lempar saja mayatnya suruh mrk mandiin sendiri… Dalam agama muslim setau saja ada kok aturan saat kondisi darurat…” kata Riris Nopianti.

Post a Comment

Previous Post Next Post