Siapa Bilang Otsus Papua Gagal? Jembatan Udara Ini Bisa Atasi Mahalnya Harga Barang

Sudah jadi rahasia umum sejak lama bahwa akses dan mobilitas menjadi tantangan berat bagi warga Papua di Bumi Cendrawasih. Minimnya transportasi dan infrastruktur membuat harga-harga barang jadi sangat mahal. Namun, selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini pembangunan Papua digenjot dengan APBN maupun dengan dana Otsus. Harga-harga barang yang semula sangat mahal kini bisa diturunkan lebih murah.


"Sekarang ada Jembatan Udara, harga barang semua turun, itu masyarakat sangat senang sekali. Mereka punya hati sekarang sudah merasakan," kata Yosua Busup Kepala Suku Desa Korupun.


Alex Sup, warga Desa Korupun, sangat senang. "Kami di Korupun, tahun kemarin kami dapat Jembatan Udara kargo gratis. Jadi, kami untuk keluarga: beras, mi begitu, kami kirim lewat jembatan udara. Dalam 1 minggu, kami dapat (jatah subsidi) yang satu itu untuk kargo, satu itu untuk penumpang," kata Alex. 


Selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini, Jembatan Udara banyak dibangun di beberapa tempat. "Di Papua, kita sudah bangun di Oksibil, Sinak, Korupun, dan tempat-tempat lainnya."


Pembangunan Jembatan Udara telah menekan harga sembako di pelosok-pelosok Papua yang sulit dijangkau. ""Turunnya bisa sampai dengan 50%, bahkan 70% untuk komoditi tertentu. Warga girang bukan kepalang, luar biasa," papar warga Pegunungan Bintang, Papua, Yohanes F. Kayarmabin


Kalau sudah banyak kemajuan begini apa benar Otsus Papua disebut gagal? Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, menilai, sangat keliru kalau Otsus dianggap gagal. Dasarnya jelas karena Dampak dan Keberhasilan otsus sudah cukup besar. Sehingga yang menyampaikan otsus gagal itu keliru.. Kesejahteraan masyarakat sudah luar biasa terjadi. Karena itu Orgenes Wonggor sepakat Otsus Papua dilanjutkan.


"Elemen masyarakat yang sudah menyampaikan bahwa Otsus gagal, Otsus ini tidak berhasil. Sebenarnya itu keliru. UU Otsus ini ada di Papua dan Papua Barat ini nanti kesejahteraan masyarakat sudah luar biasa terjadi.


 

Faktanya, pada 2019, 120 jalur penerbangan perintis dibuka di Papua. Di wilayah Pegunungan Bintang sendiri ada 76 bandara perintis selain Bandara Oksibil. Kebutuhan pokok seperti minyak, garam, gula, sabun mandi, popok kini bisa didapat dengan mudah. Artinya, dana Otsus telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan peningkatan mobilitas rakyat di Papua.

 

“Semua orang sudah tahu sulitnya akses masuk dari dan ke kampung Mataweja, perlu waktu jalan kaki hingga tiga hari. Dengan adanya Otsus pemerintah pusat telah membangun Infrastruktur Jalan menuju kampung Mataweja sedikit lebih baik.” - Ishak Bilasi, Kepala Kampung Metaweja Distrik Iwaso Mamberamo Raya


“Dengan adanya dana Otsus yang diperuntukkan untuk dana Kampung kami dapat menggunakan anggaran tersebut untuk membangun Kampung serta memberikan modal kepada masyarakat dengan program kerja kampung.”  - Henok Sefa, Kepala Kampung Neidam, Distrik Sarmi.


Previous Post Next Post