Jejak Brutal Kroni Anies Baswedan: Awalnya Bela Loyalis Soeharto, Lalu Jadi FPI


Awalnya hanya Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (PAM Swakarsa) bentukan loyalis Soeharto untuk menandingi protes mahasiswa yang hendak melengserkan Soeharto dari jabatan Presiden RI di era Orde Baru. Setelah Soeharto jatuh, para anggota PAM Swakarsa akhirnya menjadi anggota Front Pembela Islam (FPI) yang dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta. 


Dalam buku berjudul Routledge Handbook of Political Islam (2012) karya dosen Universitas Deakin, Shahram Akbarzadeh terungkap bahwa tugas terakhir yang diemban PAM Swakarsa adalah menjaga keamanan Sidang Istimewa MPR November 1998 dari demonstrasi mahasiswa.


Bentrokan antara mahasiswa dan PAM Swakarsa beserta pasukan keamanan lainnya tak terhindarkan. Setidaknya 17 orang—sebagian besar mahasiswa—meninggal dalam peristiwa itu. Setelahnya, tragedi Semanggi I menandai perjalanan panjang FPI. 


“PAM Swakarsa dibubarkan setelah SI selesai, tapi bagian intinya, FPI, tetap hidup. FPI akan memulai petualangan politik paling ambisius pada periode pasca-Soeharto,” tulis Hefner. “September sampai November 1998, Rizieq menjadi islamis Jakarta yang paling menonjol yang bekerja sama dengan Wiranto,” tulis Hefner.


Di bawah kepemimpinan Rizieq, FPI berjaya. Namun sejarah kekerasan ikut menyertainya. Pada November 1998 FPI terlibat bentrok dengan preman Ambon di Jakarta. Kericuhan ini merupakan debut pertama FPI dan membuat orang-orang Ambon pulang kampung. Menurut sosiolog George Junus Aditjondro, konflik ini mengawali peristiwa berdarah yang lebih besar.


“Pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku,” tulis George dalam artikel bertajuk "Orang-orang di Jakarta di Balik Tragedi Maluku".


Berikut adalah sebagian jejak kekerasan FPI:

09 Oktober 2001: FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air


– 15 Oktober 2001: Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon di kepolisian mengepung kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Jakarta Barat dan terjadi bentrokan


07 November 2001: Bentrokan terjadi antara laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar


15 Maret 2002: Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI), Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan, merupakan hak dari masyarakat


– 15 Maret Satu truk massa FPI (Front Pembela Islam) mendatangi diskotik di Plaza Hayam Wuruk.


– 15 Maret 2002: sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta


– 24 Maret 2002: Sekitar 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. FPI menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya.


– 24 Mei 2002: Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat


– 26 Juni 2002: Usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI, massa Front Pembela Islam (FPI) merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe.


– 4 Oktober 2002 Sweeping ke tempat-tempat hiburan-Riziq dipenjara selama tujuh bulan


– 14 Oktober 2002 Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI. Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan


16 Oktober 2002: Habib Rizieq diperiksa pihak kepolisian di Mapolda Metro Jaya


06 November 2002: Lewat rapat singkat yang dihadiri oleh sesepuh Front Pembela Islam (FPI), maka Dewan Pimpinan Pusat FPI, mengeluarkan maklumat pembekuan kelaskaran FPI di seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak ditentukan


Desember 2002: FPI diaktifkan kembali


– 20 April 2003: Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta setelah dijemput paksa dari bandara.


– 08 Mei 2003: Habib Muhammad Rizieq mulai diadili di PN Jakarta


– 22 Mei 2003: Koordinator lapangan laskar Front Pembela Islam (FPI) Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei


– 1 Juli 2003: Rizieq menyesal dan berjanji akan menindak anggota FPI yang melanggar hukum negara di PN Jakarta Pusat


– 11 Agustus 2003: Majelis hakim memvonis Habib Rizieq dengan hukuman tujuh bulan penjara


– 19 November Ketua FPI Habib Rizieq bebas


– 03 Oktober 2004: FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam( FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara sudah selama sepuluh tahun.


– 11 Oktober 2004: FPI Depok Ancam Razia Tempat Hiburan


– 22 Oktober 2004:  FPI melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang


– 24 Oktober 2004:  Front Pembela Islam melalui Ketua Badan Investigasi Front FPI Alwi meminta maaf kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan aparat hukum


– 25 Oktober 2004:  Ketua MPR yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dalam menindak tempat hiburan yang buka selama Bulan Ramadhan


– 28 Oktober 2004: Meski menuai protes dari berbagai kalangan, Front Pembela Islam (FPI) tetap meneruskan aksi sweeping di bulan Ramadhan menurut Sekretaris Jenderal FPI Farid Syafi’i


– 28 Oktober 2004:  Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’I Ma’arif meminta aksi-aksi sepihak yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap kafe-kafe di Jakarta dihentikan. Dia menilai, apa yang dilakukan FPI merupakan wewenang pemerintah daerah dan kepolisian.


– 23 Desember 2004: Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal)


– 27 Juni 2005: FPI menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta


– 05 Agustus 2005: FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu


– 02 Agustus 2005: Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Isalam (FPI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.


– 23 Agustus 2005: Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.


– 05 September 2005:  Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI


– 22 September 2005: FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup


– 16 Oktober 2005: FPI mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur


– 23 Oktober 2005: FPI kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja.


– 18 Oktober2005:  Anggota Front Pembela Islam (FPI) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat.


– 19 September 2005: FPI diduga di balik ribuan orang yang menyerbu Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.



– 19 Pebruari 2006: Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serika dan melakukan kekerasan


– 14 Maret 2006: FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo


– 12 April 2006: FPI menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy


– 20 Mei, 2006: anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede


– -21 Mei 2006: FPI, MMI dan HTI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon


– -23 Mei 2006: FPI, MMI, HTI, dan FUI mengusir KH Abdurrahman Wahid dari forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, dan sempat memaki “kiai anjing”.


– 25 Mei 2006: Front Pembela Islam (FPI) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi.


– 2 Juni 2006: Ketua PWNU Jatim KH Dr Ali Maschan Moesa Msi: ”Kami imbau ulama, tokoh dan aktivis NU untuk tidak perlu bergabung dengan FPI, tapi bukan semata-mata karena FPI-nya, melainkan penggunaan kekerasannya,”


– 13 Juni 2006: MMI, FPI, dan FBR dianggap SBY sebagai ormas berlabel agama yang seringkali menggunakan tindak anarkisme untuk mencapai tujuannya. Hal itu diungkapkan Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Soni Danaparamita usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden.


– 19 Juni 2006: Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik desakan terhadap pembubaran sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia. “Rencana pembubaran Ormas-Ormas Islam di Indonesia adalah murni pesanan dari Amerika karena pemerintah mengeluarkan rencana tersebut setelah Rumsfeld datang ke Jakarta sehari sebelumnya.”


– 20 Juni 2006: Sejumlah anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan anggota Forum Betawi Rempug di Jalan Kramat Lontar, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Kedua kubu saling melempar batu dan botol minuman di tengah-tengah permukiman warga.


– 11 Juli 2005: FPI mengadukan Fla Priscilla, Salah satu personil Tofu, ke Polda Metro Jaya dengan dugaan melanggar lima pasal sekaligus, plus UU No. 40 Tahun 1999 mengenai Pers. Kelima pasal tersebut 169, 281, 282, 283 dan 533.


– 25 Juli 2006: Mujahidah Front Pembela Islam (FPI) melaporkan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata ke Polda Metro Jaya. Mereka juga melaporkan tim yang menyertai Nadine, yakni Mooryati Soedibyo, Wardiman Djojonegoro, …


– 29 Maret 2007: Massa FPI yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas, pukul 11.20 WIB.


– 29 April 2007:  Massa FPI mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo


– 1 Mei 2007:  Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY).


– 12 September 2007: . FPI merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena menganggap mereka sesat.


– 28 September 2007: . FPI Jakarta bentrok dengan polisi yang membubarkan konvoi mereka, sementara di Jawa Tengah FPI memukul seorang warga dengan alasan kurang jelas.


 1 Juni 2008: . Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sedang memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Monas. FPI memukuli orang-orang, termasuk di dalamnya ibu-ibu dan anak-anak, dengan benda-benda keras dan tumpul dan pasir. Puluhan orang terluka, patah hidung dan kepala bocor. Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut.


Berikut ini daftar kekerasan FPI yang dihimpun Tempo.co, (13/11/2014):

1 November 2004: 500 anggota FPI merusak kafe dan bentrok dengan Forum Masyarakat Kemang di kawasan hiburan Kemang, Jakarta Selatan.


23 Desember 2004: 150 anggota FPI bentrok dengan satpam JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara.


27 Juni 2005: FPI menyerang acara kontes Miss Waria di gedung Sarinah, Jakarta Pusat.


9 Juli 2005: Sekitar 400 orang beratribut FPI menyerbu kampus Mubarak, Parung, Jawa Barat. Mereka memberi ultimatum, dalam hitungan 7 x 24 jam, FPI akan bertindak lebih tegas lagi.


12 April 2006: Ratusan anggota FPI menyerang dan merusak kantor majalah Playboy. Aksi ini dilakukan lantaran penolakan FPI terhadap majalah yang bermarkas di Cilandak, Jakarta Selatan, ini dengan alasan berbau pornografi.


20 Mei 2006: Anggota FPI menggerebek sebelas lokasi yang dinilai jadi tempat maksiat di Kampung Kresek, Pondok Gede, Jakarta Timur.


1 Juni 2008: 27 aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, yang berdemo memprotes surat keputusan bersama Ahmadiyah, mengalami luka-luka dianiaya massa FPI saat sedang berunjuk rasa di Monas, Jakarta Pusat.


26 Juli 2011: Massa FPI merusak gedung tempat pertemuan waria di Purwokerto, Jawa Tengah.


8 Agustus 2011: Sekitar 30 orang FPI mengobrak-abrik warung Coto Makassar di Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, karena tetap buka siang hari saat bulan puasa.


28 Agustus 2011: Ratusan anggota FPI merusak mobil Daihatsu Luxio di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Mobil itu diduga milik seorang penjual minuman keras. Di Matraman Raya, Cempaka Putih, massa FPI bentrok dengan pemuda.


28 Oktober 2011: Ratusan anggota FPI bentrok dengan anggota Polres Metro Bekasi saat menggelar unjuk rasa di depan Sekolah Yayasan Mahanaim di Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. FPI menilai yayasan sekolah telah melakukan pemurtadan agama terhadap warga Bekasi sejak tahun 2008.


12 Januari 2012: Massa dari FPI dan Forum Umat Islam demo di depan kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Massa kemudian melempari gedung dengan batu dan telur busuk. Aksi protes dilakukan atas pembatalan Perda Miras oleh pihak Kemendagri.


8 Juli 2013: FPI terlibat bentrok dengan Warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, ketika melakukan pawai dan razia di sejumlah lokalisasi. FPI dan warga sekitar terlibat cek-cok yang berakibat tewasnya seorang warga akibat tertabrak mobil Avanza yang dikemudikan anggota FPI.


12 Agustus 2013: FPI terlibat adu bacok dengan warga Desa Kandang Semangkon, Lamongan, Jawa Timur, yang diawali aksi penganiayaan anggota FPI kepada tiga orang warga di sebuah rental Playstation. 


30 Desember 2013: Kepolisian Kota Depok, Jawa Barat, menangkap lima orang anggota FPI lantaran melakukan razia disebuah toko minuman di Cimanggis. Polisi menangkap mereka karena terindikasi anarkis dalam melakukan aksinya.


3 Oktober 2014: Kejadian ini terjadi ketika FPI melakukan unjuk rasa menolak pengangkatan Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Bentrokan yang awalnya damai, berujung rusuh yang melukai belasan anggota polisi. Kepolisian berhasil menangkap koordinator sekaligus otak kerusuhan, Novel Bamukmin, bersama 21 anggota FPI lainnya.


Sumber:

http://www.oyr79.com/news/fpi-dan-fbr/,

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0606/02/sh06.html,

http://pancasila1965.multiply.com/journal/item/5,

http://www.lbhpers.org/?dir=news&offset=1050

http://www.conectique.com/hot_media_headline/artis_hiburan/

http://www.kapanlagi.com/h/0000121044.html

http://groups.yahoo.com/group/gosip-politik/message/12588

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/132956/idnews/948449/idkanal/10

– http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam#Tahun_2008

https://nasional.tempo.co/read/621646/daftar-kekerasan-fpi-di-lima-provinsi?page_num=4



Previous Post Next Post