IPW Dukung Pangdam Copoti Baliho: Warga Minta Polisi Tangkap Rizieq dan Anies

Siapapun yang pasang baliho wajib pakai izin dan bayar pajak. Anehnya, Front Pembela Islam (FPI) seenaknya pasang baliho Rizieq Shihab di berbagai tempat tanpa izin dan bayar pajak. Memamngnya DKI Jakrta punya nenek moyangnya?  Mungkinkah ini hasil main main mata atau korupsi gaya baru antara Rizieq dengan Anies?


Karena itu wajar saja jika Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah TNI yang menurunkan poster dan baliho pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di berbagai tempat. Sementara warga Jakarta yang jengkel kini mulai turun jalan meminta polisi menangkap Rizieq Shihab dan Anies Baswedan.


Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, IPW memberi apresiasi pada TNI yang sudah melakukan penurunan poster Rizieq di berbagai tempat. "Selain itu, IPW mendukung manuver TNI di wilayah sipil di Petamburan atau di sekitar markas FPI pimpinan Rizieq," tegas Neta S Pane.


Neta menilai pencabutan poster dan baliho itu seharusnya dilakukan Satpol PP bersama Polri, sebab berdasarkan ketentuan peraturan daerah (perda) semua pemasangan spanduk, poster, dan baliho harus memiliki izin.


Namun, TNI ternyata berinisiatif untuk turut serta menurunkan poster dan baliho tersebut. Atas hal itu, IPW memberikan apresiasi kepada Pangdam Jaya yang telah memerintahkan anggotanya menurunkan poster maupun baliho Rizieq. "Jajaran Kodam Jaya diharapkan segera membersihkan semua poster dan baliho Rizieq yang tanpa izin tersebut," ujar Neta.


Lebih lanjut, Neta menilai bahwa Rizieq Shihab kerap melontarkan pernyataan yang berpotensi mengganggu keutuhan NKRI. Meskipun pernyataan tersebut hanya bersifat ancaman kosong, tetapi dia mengingatkan bahwa massa FPI cenderung radikal sehingga ucapan Rizieq itu berpotensi memicu gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI.


Ucapan dan ancaman tersebut, lanjut Neta, kian riuh tatkala poster dan baliho Rizieq terlihat di berbagai tempat dan tanpa izin, sehingga timbul kesan bahwa Rizieq dan kelompoknya tidak tersentuh hukum.


"Ironisnya, dalam situasi ini jajaran kepolisian hanya berdiam diri. Manuver Rizieq yang melakukan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19 dibiarkan begitu saja oleh pihak kepolisian. Akibatnya Rizieq bebas bermanuver," ujar Neta.


Previous Post Next Post