Ustadz Abal-abal Gus Nur Kembali Cermah Hoax: Tuduh Rezim Ingin Lenyapkan Ulama Islam Lewat Rapid Test?

Usatadz abal-abal Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, kembali berulah. Setelah dipenjara karena menghina Generasi Muda Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nur ganti menebar provokasi dengan ceramah berisi hoax berbau SARA. Kali ini materi rapid test virus corona di Jawa Barat yang dijadikan bahan cermah hoax oleh Gus Nur. Dia menuduh seolah rezim ingin melenyapkan ulama Islam melalui rapid test virus corona.


Seperti diketahui, pada 24 Oktober 2019 lalu, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur karena dinyatakan bersalah dalam kasus ujaran kebencian terhadap Generasi Muda Nahdlatul Ulama (NU) yang diunggah melalui akun YouTube Munjiat Chanel. Dalam kasus ini Gus Nur terbukti melanggar Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hukuman penjara ini rupanya tak membuat Gus Nur jera tapi nekat mengulangi aksi agitasi dan provokasi lagi. Kali ini ganti isu virus corona yang dipelintir sebagai bahan agitasi. Video ceramah agitasi Gus Nur itu dibagikan dalam aku facebook Iksan maupun akun medsos di youtube.

Berikut video ceramah Gus Nur yang jadi viral di facebook dan youtube


Begini transkripnya:
 “Teman, sahabat semua, di mana pun berada. Semoga senantiasa antum semua dalam lindungan Allah. Amin, ya raball alamin. Ada kabar di Jawa Barat. Ada 5000 kiayi. 5000 kiayi, akan menjalani tes secara khusus, tes virus corona. Jadi Pertanyaan menggelitik sekaligus kecewa. 5000 kiayi. Pertanyaan sederhana, pendetanya mana, viharanya mana, gerejanya mana, pastornya mana, biarawatinya mana, LGBTnya mana? Elemen masyarakat yang lain kenapa tidak diperlakukan seperti ini?
Ini sudah bukan rahasia umum.
 Sejak rezim ini berkuasa, selalu, selalu, selalu, masjid, majlis taklim, kiayi, ustad, santri, celana cingkrang, …, majelis taklim, jidat hitam, selalu, selalu, selalu begitu. Itu yang disorot, itu yang dicurigai. Gak ada itu gereja, vihara, biarawati, pendeta, pastor, gak ada. Selalu umat Islam. Nah sekarang 5000 kiayi di Jawa Barat akan dites seolah-olah, ya menjalani tes covid-19 ini.
 Saya hanya mengandai-andai saja. Ini jangan-jangan pekerjaan PKI, gaya-gaya PKI, komunis, berbagai macam cara dilakukan untuk melenyapkan orang Islam. Trus kalau 5000 kiayi itu nanti, wah 10% kena itu, trus gimana kira-kira? Masya Allah!
Kiayi, pesantren, masjid, itu steril. Wudhu 5 kali di situ, solat, ngaji. Energi positif mengalir di situ. Otakmu aja yang gak steril. Sistem yang mengalir di dalam pembuluh darahmu aja itu yang jahiliah, jahil, jahat, licik, busuk. Karena kebanyakan makan uang haram. Maka selalu mencurigai orang baik.”
Narasi yang disampaikan Gus Nur dalam video itu jelas 100% salah karena hanya berdasar asumsi atau pendapat pribadinya saja.Tidak ada data dan fakta yang menunjukkan adanya peristiwa yang dikatakan Gus Nur. Orang ini harus ditindak agar tak menimbulkan kesesatan pikir di tengah masyarakat.


Previous Post Next Post